Sabtu, 04 Februari 2012

Nova dan Supernova



Kata "nova" kini menjadi istilah untuk fenomena ledakan bintang. Tatkala sebuah bintang meledak, maka kecerlangannya akan mengikat hingga ratusan sampai ribuan kali dari kecerlangan semula. Kecerlangan maksimum umumnya dicapai dalam orde jam dan kemudian meredup kembali dalam beberapa hari.

Apabila kecerlangan sebuah bintang yang meledak mencapai jutaan bahkan miliaran kali dari kecerlangan semula, fenomena itu disebut Supernova. Kecerlangannya dapat bertahan hingga beberapa bulan.

Istilah nova dan supernova menggambarkan fenomena ledakan sebuah bintang bahkan secara spektroskopi, keduanya menunjukkan garis emisi yang bergeser ke arah biru, menunjukkan adanya gas panas yang dipancarkan ke luar. Namun, ledakan supernova merupakan peristiwa cataclysmic yang menandai bahwa sebuah bintang telah mengakhiri aktivitasnya, yaitu pembangkitan energi.




Supernova terbagi dalam 2 tipe fisik dasar :


Tipe Ia.
Ini hasil dari beberapa bintang biner sistem di mana karbon-oksigen kerdil putih yang accreting materi dari pendamping.(Seperti apa bintang pendamping paling cocok untuk menghasilkan supernova Tipe Ia adalah hangat diperdebatkan.) Dalam skenario populer, tumpukan massa begitu banyak di atas kerdil putih yang intinya mencapai kerapatan kritis 2 x 10 9 g / cm3. Ini cukup untuk menghasilkan fusi terkendali karbon dan oksigen, sehingga meledakkan bintang.
Ketik II.
Supernova ini terjadi pada akhir hidup sebuah bintang masif, ketika bahan bakar nuklirnya telah habis dan tidak lagi didukung oleh pelepasan energi nuklir. Jika inti besi bintang itu adalah cukup besar, itu akan runtuh dan menjadi supernova.


Namun, jenis supernova awalnya diklasifikasikan berdasarkan keberadaan hidrogen garis spektrum : Jenis spektrum Ia tidak menunjukkan garis hidrogen, sedangkan Tipe II spektrum lakukan.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar