Sabtu, 28 Januari 2012

7 Fenomena Alam yang Unik



Supermoon (Lunar Perigee) adalah suatu fenomena alam di mana bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi.Peristiwa ini merupakan peristiwa langka yang terjadi setiap 18 tahun sekali yang membuat bulan tampak lebih gemuk dari biasanya.




MoonBows (Pelangi Bulan) ; fenomena ini terjadi ketika bulan berada pada titik rendah. Bulan adalah benda langit yang tidak menghasilkan cahayanya sendiri, ia meneruskan cahaya matahari, bila pelangi di siang hari disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari, maka pelangi di malam hari disebabkan oleh pembiasan cahaya bulan.




Fatamorgana (mirrage) ; fenomena ini tidak hanya terjadi di gurun berpasir, tetapi juga bisa terjadi di benua es manakala tidak ada hembusan angin, tak ada turbulensi udara, serta udara dalam keadaan bersih dan kering.




Sun Pillars (Pilar Matahari) ; fenomena ini timbul ketika matahari yang tenggelam memantulkan tinggi awan es pada lapisan yang berbeda. Hal ini menghasilkan pilar cahaya yang tinggi menjulang hingga ke langit.




Awan Noctilucent adalah awan yang sangat tinggi secara atmosfir yang membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi / menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak.




Aurora Borealis adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat dari adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari). Di Bumi, Aurora terjadi di  sekitar kutub utara dan kutub selatan magnetiknya.Aurora yang terjadi di daerah sebelah Utara dikenal dengan nama Aurora Borealis, yang dinamai bersempena Dewi Fajar Rom, Aurora, dan nama Yunani untuk angin tua, Boreas. Ini karena di Eropa, Aurora sering terlihat kemerah-merahan di ufuk utara seolah-olah matahari akan terbit dari arah tersebut. Aurora Borealis selalu terjadi di antara September dan Oktober dan Maret dan April. Fenomena Aurora di sebelah Selatan yang dikenal dengan Aurora Australis mempunyai sifat-sifat yang serupa. Tapi kadang-kadang Aurora muncul di puncak gunung di iklim tropis.




Awan Katabatic (Catabatic Wind) ; adalah angin yang membawa udara padat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi.




sumber : http://www.gen22.net/2011/03/7-fenomena-alam-yang-menakjubkan.html 
(dengan sedikit perubahan)

Aurora

Pada mitologi Romawi kuno, Aurora adalah Dewi Fajar yang muncul setiap hari dan terbang melintasi langit untuk menyambut terbitnya matahari. Profil Dewi Aurora juga dapat kita temukan pada tulisan hasil karya Shakespeare.


Sejak zaman dulu, telah banyak teori yang diajukan untuk menjelaskan fenomena ini dan sebagian teori kelihatannya sudah tidak relefan pada masa sekarang.
Benjamin Franklin berteori bahwa "Misteri Cahaya Utara" itu disebabkan oleh konsentrasi muatan listrik di daerah kutub yang didukung oleh salju dan uap air. Kristian Birkeland juga berteori bahwa Auroral Elektron
terjadi dari sinar yang dipancarkan matahari, dan elektron tersebut dibimbing menuju kutub utara.


Aurora Borealis memang sering terjadi antara bulan Maret-April dan Agustus-September-Oktober. Aurora Borealis adalah fonemana pancaran cahaya yang terjadi di daerah utara atau kutub utara. Pada saat Aurora Borealis terjadi, seakan-akan matahari akan terbit dari sebelah utara.


Fenomena ini terjadi pada lapisan ionosfer bumi akibat medan magnetik, dan partikel yang dipancarkan matahari. Sumber energi utama dari aurora adalah angin matahari yang mengalir melewati Bumi. Magnetosfer dan angin matahari terdiri dari gas terionisasi yang menghantarkan listrik.
Aurora yang terjadi tanggal 28 Agustus dan 2 September 1859 mungkin adalah yang paling spektakuler sepanjang sejarah. Aurora di Boston tanggal 2 September 1859 juga dimuat oleh New York Times.


Fenomena Aurora Borealis telah lama menarik perhatian para Ilmuwan. Andres Celcius, antara rentang tahun 1716 sd. 1732 mengamati Aurora Borealis dan menghasilkan sekitar 300 pengamatan yang dipublikasikannya. Celcius adalah seorang Professor Astronomi yang namanya diabadikan sebagai satuan pengukur suhu.


Penerima nobel asal Belanda bernama Pieter Zeeman mempublikasikan laporan tentang Aurora Borealis yang terlihat di Zonnemaire. Elias Loomis juga menerbitkan serangkaian laporan mengenai Aurora di American Journal of Science.


Aurora juga terjadi pada Planet lain dalam tata surya, misalnya Planet Uranus dan Neptunus. Jupiter dan Saturnus memiliki medan magnet yang lebih kuat dari Bumi dan memiliki sabuk radiasi yang besar. Teleskop Huble digunakan untuk menangkap terjadinya Aurora di planet lain.
Tgl. 14 Agustus 2004, Pesawat Mars Express mendeteksi terjadinya Aurora di planet Mars, para Ilmuwan mempelajari dengan memasukkan data-data yang dihasilkan Mars Global Surveyor, dimana daerah emisi berhubungan dengan suatu daerah yang memiliki medan magnet paling kuat, dan menunjukkan bahwa asal-usul emisi cahaya adalah aliran elektron.


Pada sebuah fenomena Aurora, satelit menangkap gambar Aurora yang terlihat seperti “cincin api”. Aurora-aurora jenis lain juga diamati dari luar angkasa, misalnya "Poleward Busur", tapi tampaknya masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai fenomena ini, mengingat fenomena ini sangat jarang akan terjadi.


Aurora dan arus terkait menghasilkan emisi radio sekitar 150 kHz, dikenal sebagai radiasi Auroral Kilometric yang ditemukan pada tahun 1972 dan dapat diamati dari luar angkasa. Masih banyak hal lain yang harus di teliti dan di pelajari menyangkut proses yang terjadi pada Aurora.










sumber :


Tata Surya



Tata Surya terdiri dari Matahari sebagai pusatnya, planet-planet dan benda angkasa lainnya. Planet digolongkan menjadi 2 yaitu Planet Dalam dan Planet Luar. Planet Dalam adalah planet yang kala revolusinya kurang dari 1 tahun atau planet yang lintasan edarnya berada di antara Matahari dan garis edar Bumi. Yang termasuk Planet Dalam adalah Merkurius dan Venus. Sedangkan Planet Luar adalah planet yang kala revolusinya lebih dari 1 tahun atau planet yang lintasan edarnya di luar garis edar Bumi terhadap Matahari. Yang termasuk Planet Luar adalah Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Berikut planet-planet yang termasuk anggota Tata Surya :

a.     Matahari
-          Sebuah pusat yang dikelilingi planet-planet
-          Merupakan bola gas yang bercahaya
-          Memancarkan cahayanya sendiri dan memancarkan panas karena pada inti Matahari terjadi reaksi fusi yang menghasilkan energi yang sangat besar.
-          Sebagai Pusat Tata Surya
-          Suhu permukaannya 6000­0C dan suhu inti 15.000.0000C
-          Tersusun dari 70% gas hidrogen dan 25% gas helium

b.    Merkurius
-          Permukaannya terdapat banyak kawah
-          Sering muncul rendah di kaki langit sebelah barat setelah Matahari terbenam
-          Kadang muncul di kaki langit sebelah timur menjelang Matahari terbit
-          Kadang terlihat dari Bumi seperti bulan setengah, bulan penuh, atau bulan sabit
-          Kala rotasi 59 hari, kala revolusi 88 hari
-          Merupakan planet terkecil di Tata Surya dan terdekat dengan Matahari
-          Disebut juga Bintang Fajar atau Bintang Senja
-           Tidak mempunyai satelit

c.    Venus
-          Tampak bercahaya terang
-          Biasanya terlihat pada waktu sore setelah Matahari tenggelam atau pada waktu fajar sebelum Matahari terbit
-          Selalu ditutupi awan padat atau tebal
-          Permukaannya terdiri dari batu yang suhunya kurang dari 500oC
-          Arah rotasinya berlawanan dengan arah rotasi planet-planet lain, yaitu dari timur ke barat
-          Kala rotasi 243 hari dan kala revolusi 225 hari
-          Merupakan planet terpanas di Tata Surya karena permukaannya tertutup awan (atmosfer) tebal yang merangkap panas Matahari yang diterimanya
-          Atmosfernya terdiri dari karbon dioksida dan nitrogen
-          Tidak mempunyai satelit
-          Disebut juga Bintang Timur, Bintang Pagi, Bintang Fajar, Bintang Senja, Bintang Barat, Bintang Malam, dan Bintang Kejora

d.    Bumi
-          Jika diamati dari angkasa, warnanya terlihat kebiru-biruan
-          Bentuknya bulat agak pepat di bagian kutubnya
-          Satu-satunya planet yang dihuni mahluk hidup
-          Mempunyai atmosfer yang terdiri dari 78% nitrogen, 21% oksigen, dan sisanya 1% yang terdiri dari argon, karbondioksida, ozon, dan gas-gas lain, yang berguna melindungi Bumi dari jatuhnya benda-benda langit lain.
-          Terdiri dari 30% daratan dan 70% oksigen
-          Cukup menerima sinar Matahari sehingga permukaannya berkisar 220
-          Memiliki gaya grafitasi yang menyebabkan mahluk hidup di Bumi tetap melekat di permukaan Bumi dan tidak akan terlempar
-          Kala rotasi 24 jam dan kala revolusi 1 tahun (365 hari)
-          Orbitnya berbentuk elips
-          Planet terbesar ke-5 di Tata Surya
-          Mempunyai 1 satelit yaitu Bulan

e.    Mars
-          Berwarna merah, karena sangat kering dan tertutup debu merah
-          Permukaanya terdiri dari ribuan kawah, lembah-lembah besar, dan gunung berapi
-          Disebut juga Planet Merah, memiliki nama lain Marikh atau Anggar
-          Mempunyai 2 satelit yaitu Phobos dan Deimos, Deimos merupakan satelit terkecil di Tata Surya
-          Mempunyai kawah yang merupakan kawah terbesar di Tata Surya yaitu Kawah Olympus Mars
-          Kala rotasi 24,6 jam dan kala revolusi 687 hari

f.     Yupiter
-          Terlihat sangat cerah
-          Berwarna merah kecoklatan
-          Permukaannya tertutup awan berwarna-warni
-          Mempunyai berjuta-juta satelit kecil, sehingga membentuk sistem cincin yang tipis dan kelihatan transparan
-          Menyerupai bola gas, karena atmosfernya mencapai ketebalan 1000km, sehingga tidak ada batas antara atmosfer dan permukaan planet, sehingga keliahatan menyatu
-          Kala rotasi 10 jam dan kala revolusi 11,86 tahun
-          Tersusun dari gas, terutama hidrogen dan helium
-          Terlihat sangant cerah karena hampir 70% cahaya Matahari yang diterimanya dipantulkan kembali
-          Planet terbesar di Tata Surya
-          Menurut orang Romawi, Yupiter adalah Raja Langit karena planet terbesar di Tata Surya
-          Disebut juga Tubuh Raksasa
-          Memiliki nama lain Masturi atau Respati
-          Mempunyai 16 satelit terbesar, satelit yang terbesar adalah Ganymedes / Ganymeda yang merupakan satelit terbesar di Tata Surya

g.    Saturnus
-          Ada cincin bercahaya yang melingkari (pita awan badai yang berbentuk cincin)
-          Berwarna kekuning-kuningan
-          Sistem cincin Saturnus simetris, terdiri dari 3 lapisan yang tersusun lebih dari 1000 cincin yang dipisahkan oleh garis batas Cassini
-          Cincin Saturnus diperkirakan terdiri atas debu halus, kerikil kecil, dan butir-butir es yang sangat banyak
-          Memiliki atmosfer yang sangat tebal, tersusun dari gas hidrogen dan helium serta sedikit metana dan ammonia
-          Memiliki 31 satelit (ada yang menyebutkan 20 satelit), sateli yang terbesar adalah Titan, Titan adalah satu-satunya satelit yang memiliki lapisan atmosfer di Tata Surya

h.    Uranus
-          Berwarna biru atau hijau kebiru-biruan, karena atmosfernya terdiri dari metana yang berwarna biru, dan juga hidrogen dan helium
-          Diselubungi oleh awan tebal
-          Arah rotasinya dari timur ke barat
-          Atmosfernya sangat dingin, kira-kira -1900C
-          Mempunyai 20 satelit (ada yang menyebutkan 11 atau 15 satelit), satelit yang terbesar adalah Titania
-          Kala rotasi 17 jam dan kala revolusi 84 tahun

i.     Neptunus
-          Memiliki awan biru terang yang membuat keseluruhan badan planet terlihat biru
-          Di atas awan biru terdapat awan es yang mengelilingi  planet
-          Disebut juga Kembaran Uranus karena ukurannya yang hampir sama
-          Disebut juga Planet Pembuat Ulah karena sering beredar dengan meninggalkan garis edarnya
-          Mempunyai 8 satelit, satelit terbesarnya yaitu Triton
-          Atmosfernya tersusun dari hidrogen, helium, dan metana
-          Kala rotasinya 16 jam dan kala revolusinya 165 tahun